pengunjung

Jumat, 26 Oktober 2012

sigmund freud

Sigismund (sigmund) freud lahir pada 6 maret (atau 6 mei) 1856 di Freiberg, Moravia, sekarang bagian republik Cekoslavia. Freud tertarik pada kedoteran bukan karena dia dia menyukai praktik medis melainkan karena dia sangat ingin memahami hakekat manusia. Salah satu karya terbaik dari Sigmund Freud adalah eksplorasinya tentang alam bawah sadar dan penekanannya bahwa manusia dimotifasikan oleh hal-hal yang secara tidak langsung kita sadari ataupun tidak kita sadari. Beliau yang memprakarsai salah satu cabang psikologi yang sering kita kenal dengan psikoanalisis.
A.    Tingkat Kehidupan Mental
1.           Alam bawah sadar (unconscious), Alam bawah sadar mengandung semua dorongan, desakan atau insting yang melampaui alam sadar kita dan memotifasi sebagian besar kata-kata, perasaan dan tindakan kita. Meskipun kita sadar dengan perilaku kita yang tampak, namun sering kita tdak menyadari proses-proses kejiwaan yang terjadi dibaliknya.
2.           Ambang kesadaran (preconscious), Tingkat ambang kesadaran dari jiwa mengandung elemen-elemen yang tidak sadar namun dapat menjadi sadar entah dengan cara yang mudah atau sulit. Isi ambang kesadaran berasal dari dua sumber, yang pertama berasal dari persepsi-persepsi alam sadar sedangkan yang kedua adalah dari imajinasi-imajinasi alam bawah sadar. Sebuah persepsi bersifat sadar hanya selama persepsi itu berada di periode transitoris. Namun, dia akan cepat berlalu keambang kesadaran ketika fokus perhatian kita bergeser ke ide-ide lain.
3.           Alam sadar (conscious), Alam sadar memainkan peran relatif kecil dalam teori psikoanalisis, dapat didefenisikan sebagai elemen-elemen mental yang disadari pada satu titik waktu-waktu tertentu. Hanya tingkat kehidupan mental kita inilah yang secara langsung bisa kita akses.
B.     Pembagian Jiwa
1.           Id, adalah inti kepribadian dan yang sungguh-sungguh tidak sadar adalah wilayah psikis. Id tidak memiliki kontak dengan realitas namun dia terus berjuang untuk mereduksi tegangan melalui hasrat dasar yang menyenangkan
2.           Ego, adalah satu-satunya jiwa yang berhubungan dengan realitas. Ego menjadi pembuat keputusan atau cabang eksekutif dari kepribadian manusia.
3.           Super Ego, (sang aku tertinggi) adalah tumbuh dari ego, dan seperti ego, dia tidak memiliki energi dalam dirinya sendiri. Namun begitu super ego berbeda dari ego dalam satu sisi yang penting, dia tidak memiliki kontak dengan dunia luar, karena itu dia tidak realistik dalam tuntunan-tuntunanya dalam kesempurnaan.
C.     Dinamika kepribadian
1.      Dorongan-dorongan (impuls), beroperasi sebagai daya motivasi yang konstan. Sebagai stimulus internal, dorongan berbeda dari stimulus eksternal, dorongan tidak bisa ditolak meskipun kita berusaha keras.
2.      Seks, adalah dorongan seksual, tujuannya adalah kesenangan namun, kesnangan ini tidak hanya terbatas pada kesenangan genital semata.
3.      Agresi, tujuannya adalah menjadikan manusia pada keadaan anorganis. Karena kondisi anorganis puncak adalah kematian, maka tujuan akhir dorongan agresif adalah perhancuran diri.
4.      Kecemasan, adalah kondisi yang tidak menyenangkan, bersifat emosional dan sangat terasa kekuatannya, disertai sebuah sensasi fisik yang memperingatkan seseorang terhadap bahaya yang sedang mendekat.
D.    Mekanisme pertahanan ego
1.      Represi, (mekanisme pertahanan ego yang paling dasar)
2.      Pembentukan reaksi (reaction formation) (perilaku reaktif yang terlalu berlebih-lebihan)
3.      Pengalihan (reaksi terbatas pada satu objek)
4.      Fiksasi (kemelekatan permanen libido pada tahap perkembangan atau yang lebih primitif)
5.      Regresi (kecemasan yang mengakibatkan kemunduran dan kembali pada kondisi awal)
6.      Proyeksi
7.      Introyeksi (memasukkan kualitas-kualitas positif orang lain kepada egonya sendiri)
8.      Sublimasi (represi tujuan genital eros menggantinya dengan tujuan kultur sosial yang mulia)
E.     Tahap-tahap perkembangan
1.      Periode infantil (ketertarikan pada alat-alat gentinal)
2.      Fase oral (mulut menyediakan kesenangan)
3.      Fase anal (kepuasan melalui perilaku agresif dan ekresi)
4.      Fase falik (wilayah gentinal menjadi zona erogen terdepan)
5.      Periode latensi (puberitas)
6.      Periode gentinal (kebangkitan kembali tujuan-tujuan seksual)
7.      Masa dewasa
F.      Aplikasi teori psikoanalisis
1.      Teknik awal terapi
2.      Teknik terapi freud berikutnya
3.      Analisis mimpi
4.      Selip-selip freudian
G.    Riset-riset terkait
1.      Pemrosesan mental bawah sadar
2.      Kesenangan dan Id, penghambatan (Inhibisi) dan ego
3.      Represi, penghambatan (Inhibisi) dan mekanisme-mekanisme pertahanan
mimpi

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More